Pasca Bencana Tapsel, Wabup Bersama Syahrul Pasaribu Doakan Kepemimpinan Gus Irawan

Artikel | Rabu, 14 Januari 2026

Share This :

TAPANULI SELATAN – Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 25 November 2025 lalu, Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, mendoakan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kecerdasan dalam memimpin roda pemerintahan dalam pemulihan Tapsel pascabencana.

Doa tersebut disampaikan dalam Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, bertempat di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).

Dalam sambutannya, H. Syahrul M. Pasaribu menyampaikan bahwa BKMT yang dibentuk tahun 2011 dimasa kepemimpinan beliau, telah berkembang dengan baik di Kabupaten Tapsel. Saat pertama dibentuk, BKMT hanya mencakup 14 kecamatan yang saat ini sudah bertambah menjadi 15 Kecamatan di Tapsel yang kini telah menjadi wadah pengajian sekaligus silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.

Syahrul menjelaskan “Pengajian ini memiliki dua fungsi utama, pertama meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis taklim, dan kedua menjadi sarana silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah saling memahami,” ujar Syahrul.

Ia juga menyinggung dampak besar bencana yang melanda sejumlah wilayah di Tapsel, tidak terkecuali di Kecamatan Angkola Barat sendiri, dan yang paling berat berada di Kecamatan Batang Toru yang terdiri dari beberapa desa seperti Hutagodang, Garoga, Aek Ngadol, dan Tamansari, di mana ratusan rumah warga rusak bahkan hanyut.

Lebih lanjut Syahrul menjelaskan, untuk memulihkan kondisi seperti semula, saya perkirakan dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran triliunan rupiah. Tanggung jawab bupati dan wakil bupati sangat berat, sehingga kita semua wajib mendoakan agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan pikiran yang jernih dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengungkapkan bahwa dari 15 kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana, kecuali Kecamatan Aek Bilah.

Ia menegaskan bahwa Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menunjukkan perhatian dan komitmen yang sangat tinggi sejak hari-hari awal bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa tempat di Tapsel.

“Pada minggu pertama pascabanjir, Bupati langsung turun ke lokasi terdampak. Kami sering pulang hingga jam 03.00 dini hari. Saya menyaksikan langsung semangat beliau dalam mengendalikan situasi saat bencana melanda Tapsel,” ungkap Wabup.

Jafar Syahbuddin juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Tapanuli Selatan memasuki masa transisi penanganan bencana yang berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026.

Saya bersama Pak Bupati menargetkan sebelum Hari Raya Idulfitri, sekitar 12 ribu lebih warga Tapsel tidak lagi tinggal di pengungsian. Untuk itu kami mohon doanya untuk bisa segera bangkit bersama masyarakat, "ajak Wabup.

Saya optimis Kabupaten Tapsel mampu pulih lebih cepat dengan dukungan semua pihak. “Doakan Bupati agar tetap sehat. Saya tahu betul semangat dan niat Bapak Gus Irawan Pasaribu dalam membangun Tapsel. Dengan kebersamaan, saya yakin Tapsel bisa bangkit dan pulih kembali,” tutupnya.

Acara tersebut diisi dengan tausiyah agama oleh Ustadz Herman dan turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Tapsel, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Ketua BKMT Tapsel, Camat Angkola Barat, Sekcam, tokoh masyarakat, serta tokoh adat se-Kecamatan Angkola Barat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

© 2026 Kab. Tapanuli Selatan
| Situs Resmi Pemerintah Kab. Tapanuli Selatan